< BACK TO ARTICLES

Berikut 3 Metode Sleep Training yang Bisa Parents Coba!

Sleep training merupakan suatu upaya atau tindakan membiasakan si Kecil untuk tidur sendiri tanpa bantuan orang lain. Banyak parents yang mengabaikan sleep training untuk si Kecil, termasuk di Indonesia. Rata-rata parents akan menerapkan co-sleeping atau tidur bersama dengan parents. Padahal, dengan sleep training si Kecil mungkin akan mendapatkan kebiasaan tidur yang lebih baik, mengajarkan kemandirian, dan mempersiapkan mental si Kecil pada kemungkinan Ia akan mendapatkan seorang adik. Jadi, ketika si Kecil beranjak dewasa, Mom tidak kesulitan untuk mengajarkan untuk Ia tidur di kamarnya sendiri.

 

Nah, Mom sudah mulai dapat menerapkan sleep training  jika si Kecil sudah berusia 4 bulan. Ada 6 metode paling populer yang dapat Mom jadikan pilihan dalam menerapkan sleep training untuk si Kecil:

  • Check and Console

    • Jika Mom sudah meletaknya si Kecil pada tempat tidurnya, Mom dapat meninggalkan si Kecil. Setelah 10 menit, Mom dapat memeriksa keadaan si Kecil dengan ucapan manis seperti "Mama sayang baby" atau "Selamat tidur sayang, Mama di sini ya". Lakukan secara berulang hingga si Kecil tertidur dengan sendirinya. Ucapan tersebut memiliki makna untuk si Kecil bahwa Ia tidak sedang ditinggalkan.

  • Extinction/Cry It Out (CIO)

    • Cara kerja dengan metode ini adalah membiarkan si Kecil untuk tidur dengan caranya sendiri di kamarnya. Jadi, parents disarankan untuk meninggalkannya hingga pagi, kecuali pada saat ingin menyusu. Cara ini mungkin akan menyebabkan si Kecil menangis, namun beberapa parents yang mencoba menganggap bahwa metode ini cukup bekerja. Si Kecil akan menangis di awal masa trainingnya, mungkin selama 4-5 hari. Namun, setelah itu Ia akan mulai terbiasa dengan keadaan tersebut.

  • Ferber Method

    • Mom dapat menemani si Kecil hingga tertidur di kamarnya. Tetapi, perlu diingat bahwa Mom hanya bisa menemaninya hingga tertidur. Dalam metode ini, Mom hanya diperkenankan untuk mengelusnya dan tidak boleh mengangkatnya ataupun menggendongnya.

 

Dalam menerapkan sleep training, pastikan supaya si Kecil tidur dalam posisi terlentang, tidak merasa gerah dan kepanasan ketika sedang tidur. Misalnya dengan memilih pakaian yang tidak terlalu tebal dan cukup longgar. Selain itu, jaga agar suasana tetap tenang pada saat si Kecil sedang tidur dan kurangi stimulus di sekitarnya. Nah, untuk membantu kenyamananya saat sedang tidur, gunakan alas tidur yang memiliki kemiringan 15 derajat. Posisi kemiringan ini dipercaya oleh para ahli dapat memperlancar pencernaan si Kecil serta pernafasannya. Cosydream+ merupakan alas tidur dengan kemiringan 15 derajat yang dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menemani tidur si Kecil. Selain fungsi dari kemiringan 15 derajat tersebut, Cosydream+ juga memiliki supportingroll yang memiliki fungsi untuk menopang kaki si Kecil sehingga peredaran di dalam tubuhnya lancar dan si Kecil merasa lebih rileks. Dengan kontur cekung yang menyerupai bentuk kepala bayi, Cosydream+ membantu pendistribuasian tekanan yang merata pada area kepala si Kecil sehingga mencegah resiko terjadinya Flat-head Syndrome.

 

Setelah mengetahui keempat metode di atas, kira-kira metode yang mana nih yang akan diterapkan oleh Mom dalam masa sleep training si Kecil?